“Books and doors are the same thing. You open them, and you go through into another world.”
Jeanette Winterson
Our Books

Antologi Cerkak Ing Birune Kenangan
Antologi Cerkak Ing Birune Kenangan adalah kumpulan cerita pendek berbahasa jawa dengan tema populer. Buku ini berisi 27 cerita pendek tentang pengalaman-pengalaman manusia yang beraneka ragam, dari dinamika kehidupan rumah tangga, dalamnya cinta perasaan hubungan manusia. Setiap cerita mengeksplorasi dinamika rasa dan pikiran para tokohnya, ketakutan, penyesalan, kebahagiaan, amarah, dan

Operator Telepon Jadi Wartawan Kepresidenan: 25 Tahun Berkarya di Radio Sonora.
“Semua bermula dari sebuah meja kecil di ruang operator dan resepsionis. Setiap hari, saya bekerja shift pagi mulai dari dari pukul enam pagi hingga dua siang, shift siang dari pukul dua siang hingga sepuluh malam, lalu shift dini hari dari pukul sepuluh malam hingga enam pagi. Ada 500-600 penelepon di
Tentang Penerbit
Jembatan Literasi Nusantara berdiri pada tahun 2024. Kami adalah penerbit independen yang bercita-cita bisa menjadi jembatan bagi para penulis dan calon penulis yang ingin menerbitkan tulisan-tulisannya. Kami sangat terbuka bagi siapa saja untuk mengirimkan naskah-naskahnya melalui pontepublishing@gmail.com
Authors

Antologi Cerkak Ing Birune Kenangan
Penulis : Ardini Pangastuti Bn, sudah berkecimpung di dunia sastra jawa sejak tahun 1993. Ardini pernah menjadi pemimpin redaksi Majalah Kabudayan Jawa Nilakandi (2005-2007), redhaksi Majalah Djaka Lodang (2008-2013), redhaksi Majalah Budaya Sempulur (Kunda Kabudayan DIY, tahun 2017-2023), redhaksi Majalah Sastra dan Budaya Pagagan (Bby) (1991-sampai sekarang). Saat ini Ardini sudah menerbitkan 12 buku novel dan cerita pendek sastra jawa.
Jumlah Halaman : 248
ISBN : 9786231082190
Harga : Rp 95.000,-

Operator Telepon Jadi Wartawan Kepresidenan: 25 Tahun Berkarya di Radio Sonora.
Penulis: Stanislaus Jumat Sudiyana
Semua bermula dari sebuah meja kecil di ruang operator dan resepsionis. Setiap hari, saya bekerja shift pagi mulai dari dari pukul enam pagi hingga dua siang, shift siang dari pukul dua siang hingga sepuluh malam, lalu shift dini hari dari pukul sepuluh malam hingga enam pagi. Ada 500-600 penelepon di setiap shift, yang menanyakan apa saja: mulai dari hasil pertandingan sepakbola, permintaan lagu, kirim-kirim salam, kondisi lalu lintas, nilai tukar rupiah, informasi pemenang kuis, hingga kabar banjir dan kecelakaan.
Dari sanalah, saya memupuk karier yang saya cintai di Radio Sonora. Mungkin posisi sebagai operator dianggap posisi remeh, bahkan kasta paling rendah, namun saya justru bangga. Langkah-langkah pertama yang sangat berat itu terbukti adalah langkah-langkah terpenting yang membangun diri saya hingga di posisi saat ini.
Buku Operator Telepon menjadi Wartawan Kepresidenan merupakan kristalisasi refleksi perjalanan hidup Stanislaus Jumar Sudiyana, S.H., M.M. Mas Jumar—demikian ia biasa dipanggil—adalah seorang jurnalis senior Radio Sonora, Kompas Gramedia Network dengan pengalaman lebih dari dua dekade di dunia penyiaran. Siapa sangka, pengabdiannya di dunia jurnalistik ditempuh melalui jalur yang tidak biasa. Kariernya dirintis dari posisi operator telepon. Dengan ketekunan yang luar biasa dan integritas yang tinggi, perlahan tapi pasti, ia mampu mengembangkan diri mendapat kepercayaan sebagai wartawan kepresiden.
Inspirasi bisa didapatkan dari mana saja, namun inspirasi yang sesungguhnya adalah yang bersumber dari keteladanan nyata. Membaca buku ini akan menjadi pengalaman yang menguatkan kita untuk tetap tekun dan setia dalam perjuangan kehidupan.